Cuteki christmas cards

Senin, 13 Oktober 2014

Kopkar “Mekar” Gudang Garam, Kediri.

Spesialis Promo Ramadhan

Untuk tetap eksis, setiap koperasi punya kiat masing-masing mulai dari program-program yang biasa-biasa saja hingga yang unik dan menarik. Contohnya adalah Kopkar Mekar Gudang Garam Kediri yang mengusung promosinya setiap Ramadhan.  Kopkar ini menggelar obral besar (big sale) dengan harga sangat murah, baik untuk sekitar 25 ribu orang anggotanya maupun masyarakat umum.


Tradisi promo Ramadhan Big Sale ini, sudah berlangsung bertahun-tahun dan responsnya sangat tinggi. Usaha Swalayan koperasi karyawan pabrik rokok kretek ini juga sangat solid dan mampu memberikan kontribusi cukup signifikan bagi peningkatan usaha koperasi. Hingga per Desember 2011 koperasi ini membukukan volume usaha mencapai Rp 68 miliar dengan asset Rp 128 miliar.

Usaha Swalayan, kata Sis Suwardjono, Ketua Kopkar Mekar PT Gudang Garam, Tbk merupakan andalan disamping unit simpan pinjam. Swalayan ini bukan hanya untuk anggota tapi juga melayani masyarakat umum. Sementara bagi masyarakat umum, harga penjualan yang dipatok Swalayan Mekar sangat kompetitif dibandingkan dengan harga di pasaran.

Hal yang cukup menarik, Swalayan ini dibangun cukup megah dengan cat yang cukup mencolok, sehingga menarik banyak perhatian orang.

Daftar Pustaka:
Muchtar, Irsyad. Muhammad Taufiq. 100 Koperasi Besar. 2014. Peluang. Jakarta.

Jumat, 05 September 2014

Commuterline Jabodetabek, sudah baik kah?

Hellooooo! Maaf baru sempat bloging dan berbagi cerita lagi. Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman aku menjadi pengguna setia perjalanan commuterline.
Hm.....ketika saya menginjak masa yang lebih tinggi lagi, alias kuliah. Saya memilih salah satu pts di daerah Depok, sedangkan saya sendiri berdomisili di daerah Bekasi. Jadi, untuk menempuh perjalanan menuju tempat perkuliahan, saya menggunakan commuterline. Mengapa saya memilih menggunakan layanan jasa kereta api commuterline Jabodetabek? Pertama karena ketika awal masuk kuliah, kebetulan saya kebagian di kampus yang dekat dengan stasiun. Yang kedua, karena harganya lebih terjangkau untuk kantong mahasiswa. Dan yang terakhir, lebih aman dan nyaman.
Awalnya saya berpikir seperti itu...
Namun, makin kesini...pengguna commuterline semakin banyak dan semakin parah desakannya. Mungkin karena mereka sudah berdalih ke transportasi massal yang aman, nyaman, dan murah. Serta mungkin lebih efiesien dalam waktu, karena macetnya Jakarta semakin hari semakin tak terelakkan.
Selama satu semester, saya kuliah pulang pergi Depok-Bekasi. Karena jadwal mahasiswa semester 1 belum terlalu padat.
Terkadang, saya sebal dengan keadaan ini. Saya naik dari St.Bekasi, namun kereta sudah penuh. Bahkan sudah ada yang berdiri. Insane! Gimana bisa? Awalnya saya berpikir seperti itu, tapi lama-kelamaan saya tahu. Ternyata mereka naik menuju arah Bekasi dan balik lagi ke Jakarta demi mendapatkan tempat duduk! Dan salah satu yang paling saya sebalkan, sudah tau kereta terlalu penuh. Masih ada saja yang memaksa masuk. Wajar sih kalau karena waktu, tapi seharusnya mereka memikirkan juga bagaimana penumpang lain yang sudah ada di dalam kereta dan bernafas pun susah.
Dan satu hal lagi, yang saya sering dengar dari ibu-ibu para pengguna commuterline "Daripada nahan, mending nyender aja dek". Pernah terpikir gak sih itu ibu-ibu kalau yg jadi nahan itu?? Menurut saya sih sama saja, dipinggir deket jendela atau yang ditengah-tengah. Sama-sama bertahan. Cuman ada beberapa pengguna yang -enakbanget- menyender.
Lagi awal-awal hanya pegal-pegal, lalu ngilu-ngilu. Sampai pada titik klimaksnya, minggu ke-3 bulan kemarin. Saya berangkat ke kampus pagi-pagi, dan kereta pemberangkatan selanjutnya masih berada di St.Jatinegara. Karena saya terburu-buru, akhirnya saya masuklah ke kereta itu. Sudah penuh, namun tak terlalu berdesak-desakkan. Keadaan itu berlangsung hingga St.Klender Baru (biasa terkenal Pondok Kopi). Namun, setelah memasuki St.Buaran, desakkan lebih parah dan saya bertahan dengan posisi miring bertahan di dekat jendela sampai St.Manggarai. Pada saat itu, saya merasakan ngilu yang teramat sakit, yang tak pernah saya rasakan sebelumnya. Ngilu, panas, sakit. Itu yang saya rasa, bahkan sebelum turun (transit di St.Manggarai), saya hampir tak bisa bergerak sama sekali kaki sebelah kiri saya. Namun, kereta ingin melanjutkan perjalanan berikutnya. Saya buru-buru lah untuk turun, dengan menyeret-nyeret kaki sebelah kiri saya. Setelah sampai di peron, saya berdiri diam tak bisa bergerak. Sampai akhirnya saya mencoba untuk bergerak, dan terdengar bunyi "krek" dari lutut sebelah kiri saya. Namun saya bisa berjalan dengan rada normal, namun tak terasa sakit. Hingga akhirnya, minggu berikutnya saya baru merasakan ngilu yang teramat parah. Saya hanya diam dirumah dan mengoleskan salep meredakan ngilu sendi-sendi. Karena saya pikir mungkin hanya ngilu biasa yang saya sering alami. Namun, tak kunjung sembuh, akhirnya saya check-up lah ke RSUD, divisi ortopedi. Dan benar praduga sebelumnya, lutut saya bergeser. Dan harus terapi kecil dirumah setiap pagi dan sore selama 6 bulan.
keadaan lutut saya yang bengkok
Mungkin ini memang salah satu kritik sekaligus saran untuk PT KAI Commuterline Jabodetabek agar meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan Commuterline Jabodetabek. Dan semoga ditambah lagi armadanya, agar kejadian seperti saya ini tak terulang bagi pengguna yang lain. Menurut saya, commuterline saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan ketika saya masih berada di bangku SMA. Namun, karena keterbatasan ini lah, mungkin ada beberapa warga Jabodetabek yang masih menggunakan kendaraan pribadi. Seperti alasan yang saya sudah jelaskan diatas, mungkin dengan makin banyaknya armada, kita bisa mewujudkan mimpi agar warga Jakarta dan beberapa kota satelit bisa berdalih ke alat transportasi umum guna mengurai kemacetan, efisiensi waktu, dan yang pasti harus ramah lingkungan:)

Info mengenai Kereta Commuterline Jabodetabek, bisa dilihat disini:
http://id.wikipedia.org/wiki/KA_Commuter_Jabodetabek,
http://www.krl.co.id/BERITA-TERKINI/problem-tersisa-di-krl-jabodetabek-yang-harus-dibereskan.html,
http://finance.detik.com/read/2013/04/04/121820/2211359/4/mengintip-rencana-pembangunan-jaringan-kereta-di-jabodetabek-2020,
http://www.koran-sindo.com/node/401699.

Tambahan Tips Perjalanan (dikutip dari http://www.krl.co.id/tips-perjalanan.html)
  • Yakinkan anda dalam keadaan sehat.
  • Rencanakan dengan tepat, waktu dan tujuan perjalanan Anda yang hendak dicapai.
  • Periksa dengan seksama jadwal Kereta Api tujuan anda, bila anda merasa kurang yakin dan ragu, sebaiknya segera dapatkan informasi dari petugas resmi.
  • Membawa barang dan uang tunai secukupnya, dompet sebaiknya jangan ditaruh di saku. Siapkan selalu uang receh secukupnya dan simpan di saku baju/celana depan .
  • Barang berharga lainnya (dompet, telepon selular, dll) disimpan saja dibagian dalam (terhalang oleh barang lain) tas atau ransel yang selalu Anda pegang. Tas atau ransel itu sebaiknya digendong di depan atau selalu dalam jangkauan pandangan mata Anda.... jangan lupa juga silent-kan telepon selular anda.
  • Pakailah pakaian yg sopan dan berbahan nyaman..., khusus untuk kaum wanita pekerja kantoran yg harus menggunakan sepatu berhak tinggi atau rok (mini) di tempat kerjanya, disarankan anda sekalian memakai celana atau sepatu/sandal pengganti selama dalam perjalanan.
  • Hindari penggunaan perhiasan yang berlebihan dan penggunaan barang-barang berharga seperti telepon selular atau kamera.
  • Belilah tiket pada loket penjualan tiket.
  • Kereta yang kosong atau sesak sama bahayanya, dua kondisi itu ideal bagi pencopet. Mereka biasa bergerombol, tiga sampai lima orang. Modus gerombolan pencopet sangat banyak tetapi umumnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban dengan menjatuhkan barang atau menawarkan sesuatu. Begitu perhatian korban terbagi, aggota komplotan yang lain beraksi.
  • Dalam Kereta yang sesak, Anda perlu waspada saat naik atau turun. Jika Anda merasa dihalang-halangi saat naik atau turun, waspadalah, hal itu bisa menjadi tanda bahwa pencopet tengah beraksi.
  • Tetap waspada, jangan menerima tawaran minuman atau makanan dari orang yang baru Anda kenal. Dalam banyak kasus, orang terbius setelah makan atau minum minuman atau makanan yang ditawarkan oleh orang yang baru dikenal. Jika ada tawaran seperti itu tolaklah dengan santun.
  • Jangan memberi kesan anda sedang bingung… pelaku kriminal bisa membedakan dari raut wajah seseorang, apakah anda sasaran empuk.
  • Kalau sudah dekat dengan tempat tujuan (lokasi turun) segera merapat ke pintu.
  • Berdoalah senantiasa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum perjalanan.

Rabu, 28 Mei 2014

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM EKONOMI TERBUKA

Dalam perekonomian terbuka, masalah yang dihadapi suatu negara menjadi lebih rumit, dan kebijakan yang perlu dirumuskan dan dilaksanakan pemerintah perlu dipikirkan dengan lebih baik. Dalam perekonomian tertutup hanya ada dua masalah yang dipikirkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi; masalah penggangguran dan masalah inflasi. Dalam perekonomian terbuka, di samping memperhatikan masalah tersebut harus pula diperhatikan efek dari kebijakan pemerintah yang dirumuskan terhadap neraca pembayaran dan kestabilan kurs pertukaran. Defisit dalam neraca pembayaran akan menimbulkan efek buruk terhadap kestabilan kurs pertukaran. Pada akhirnya kedua masalah itu akan menimbulkan efek buruk kepada masalah penggangguran dan kestabilan harga-harga.
Pada dasarnya masalah yang dihadapi oleh sesuatu perekonomian terbuka akan terbentuk salah satu dari empat masalah berikut;
i.                     Perekonomian menghadapi masalah penggangguran, tetapi terdapat surplus dalam neraca pembayaran.
ii.                   Perekonomian menghadapi masalah inflasi tetapi terdapat surplus dalam neraca pembayaran.
iii.                  Perekonomian menghadapi masalah penggangguran dan di samping itu menghadapi masalah defisit dalam neraca pembayaran.
iv.                 Perekonomian menghadapi masalah inflasi dan di samping itu menghadapi masalah defisit dalam neraca pembayaran.
Dalam kasus (i) dan (ii) neraca pembayaran adalah dalam keadaan menguntungkan (mempunyai surplus), maka yang perlu dipikirkan hanyalah mengatasi masalah penggangguran (i) atau masalah inflasi (ii). Masalah yang harus dihadapi menjadi lebih rumit apabila bentuk masalah yang dihadapi adalah seperti kasus (iii) dan (iv).
Penggangguran atau inflasi yang diikuti pula oleh masalah defisit dalam neraca pembayaran memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
A.      KEBIJAKAN MEMINDAHKAN PERBELANJAAN
Yang dimaksudkan dengan “kebijakan memindahkan perbelanjaan” adalah langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah deficit dalam neraca pembayaran yang akan mengakibatkan pertambahan ekspor dan pengurangan impor. Kebijakan memindahkan perbelanjaan dijalankan apabila defisit neraca pembayaran wujud ketika perekonomian juga menghadapi masalah penggangguran. Kebijakan memindahkan perbelanjaan dapat dijalankan untuk mengatasi kedua masalah di atas.
Langkah-langkah yang akan mengurangi impor dan mendorong konsumsi barang dalam negeri adalah
1.       Melakukan pembatasan impor.
Ini dapat dilakukan dengan menaikkan pajak impor (tarif). Di samping itu dapat pula dijalankan dengan menggunakan kuota dan melakukan kampanye untuk membeli barang dalam negeri.
2.       Menekan/mengurangi penggunaan valuta asing.
Pemerintah (melalui bank sentral) mencatu penggunaan mata uang asing. Masyarakat dan para pengusaha haruslah menerangkan tujuan mereka membeli valuta asing. Pemerintah lebih mengutamakan pengguna valuta asing untuk mengimpor barang keperluan pokok dan bahan mentah sektor industri dan tidak mendorong usaha mengimpor barang-barang mewah.
3.       Menurunkan nilai mata uang (devaluasi)
Langkah ini menyebabkan barang impor menjadi lebih mahal, dan akan mengurangi impor. Sebaliknya barang ekspor menjadi murah di pasaran luar negeri dan akan menambah ekspor.
Langkah-langkah yang akan menambah ekspor sehingga menambah penerimaan valuta asing adalah
1.       Memberikan insentif fiskal dan moneter untuk menambah kegiatan dalam produksi barang ekspor.
Insentif-insentif ini antara lain adalah membina kawasan perusahaan dan kawasan bebas pajak (free trade zone), memberikan kemudahan pinjaman, atau memberi subsidi ekspor.
2.       Mewujudkan kestablian upah dan harga.
Pertambahan ekspor sangat tergantung kepada kemampuan ekspor Negara untuk bersaing di luar negeri. Salah satu factor yang menentukan kapasitas bersaing adalah biaya produksi yang rendah. Untuk memastikan biaya produksi tetap rendah, upah dan harga-harga barang dalan negeri perlu distabilkan.
3.       Menurunkan nilai valuta
Seperti telah diterangkan di atas menurunkan nilai valuta bukan saja akan dapat mengurangkan impor tetapi juga akan menambahkan ekspor.
B.      KEBIJAKAN PENGURANGAN PERBELANJAAN
Yang dimaksudkan dengan “kebijakan pengurangan perbelanjaan” adalah langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan dalam neraca pembayaran dengan mengurangi perbelanjaan agregat dan tingkat kegiatan ekonomi negara. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah dalam neraca pembayaran dengan cara “mengurangkan perbelanjaan” akan dilakukan apabila:
1.       Perekonomian telah mencapai kesempatan kerja penuh dan di samping itu juga inflasi telah wujud.
2.       Dalam perekonomian terdapat defisit yang berkepanjangan dalam neraca pembayaran.
Kebijakan “mengurangkan perbelanjaan” akan menurunkan impor, akan tetapi ekspor tidak akan dipengaruhi oleh kebijakan seperti itu. Keadaan ini akan mewujudkan neraca pembayaran yang menguntungkan atau seimbang.
Kebijakan mengurangi perbelanjaan dapat dilaksanakan dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut;
a.       Menaikkan pajak pendapatan.
Pajak ini akan mengurangi pendapatan disposibel dan pengurangan ini akan mengurangi konsumsi rumah tangga.
b.      Menaikkan suku bunga dan menurunkan penawaran uang.
Tujuan ini dapat dicapai dengan menjalankan kebijakan moneter, misalnya dengan menaikkan tingkat cadangan minimum dan menaikkan suku bank (suku diskonto). Pengurangan penawaran uang dan suku bunga yang tinggi akan mempengaruhi investasi. Keadaan ini selanjutnya akan mengurangi pengeluaran agregat.
c.       Mengurangi pengeluaran pemerintah
Oleh karena pengeluaran pemerintah adalah sebagian dari pengeluaran agregat, maka pengurangan pengeluaran pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat dan dapat digolongkan sebagai kebijakan fiskal.
Pendapat saya tentang kebijakan ini:
Saya lebih suka dan  menyetujui jika pemerintah Indonesia menerapkan “Kebijakan Memindahkan Perbelanjaan”. Soalnya ini sangat relevan dengan masalah yang dihadapi oleh Indonesia saat ini dan mungkin salah satu kebijakan yang baik dan benar untuk diambil dan diterapkan oleh pemerintah. Seperti melakukan pembatasan impor daging sapi. Karena moment ini mendekati bulan Ramadhan ini harga cenderung naik. Dan apabila kita lihat, nilai tukar rupiah dengan dollar Amerika sedang turun drastis. Dan mungkin, dengan adanya pembatasan impor daging sapi, kita bisa membuktikan bahwa kualitas daging sapi dalam negeri tak kalah saing dengan kualitas daging sapi di luar negeri. Jika pemerintah memberikan subsidi untuk para peternak-peternak sapi agar memberikan ‘pelayanan’ terbaik untuk sapi-sapinya. Dengan demikian, daging sapi dalam negeri akan laku keras. Karena harganya yang lumayan lebih murah dan kualitasnya tak kalah bagusnya dengan daging sapi impor.
Pesan dari saya: Jika kita, sebagai warga Negara Indonesia yang menghargai produk kita sendiri, lalu siapa yang menghargainya? Dengan cinta produk dalam negeri, maka akan menyumbangkan sedikit pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menambah rasa nasionalisme dalam diri kita.

DAFTAR PUSTAKA:
Sukirno, Sadano. 2006. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Minggu, 30 Maret 2014

Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia disebut sistem ekonomi Pancasila atau disebut juga demokrasi ekonomi, yang memiliki sejumlah dasar hokum dan ciri khas yang membedakannya di berbagai sistem ekonomi yang diterapkan di negara-negara lain.

Dasar Hukum
Dasar hukum dari penerapan demokrasi ekonomi di Indonesia antara lain;
1.       Pasal 33 UUD 1945
a.       Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan (ayat 1)
b.      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara-negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara (ayat 2)
c.       Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat (ayat 3)
2.       Penjelasan pasal 33 UUD 1945
a.       Pada pasal 33 tercantum demokrasi ekonomi … Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi (alinea 1)
b.      Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi … Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara (alinea 2)
c.       Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak yang boleh ada di tangan orang-seorang (alinea 3)

Dari dasar hukum yang ada dapat disimpulkan bahwa para pelaku ekonomi yang berkiprah di dalam perekonomian Indonesia terdiri dari; (1) koperasi, (2) pemerintah, dan (3) swasta.

Ciri-ciri
Ciri-ciri yang terkait dengan sistem ekonomi Indonesia (demokrasi ekonomi) adalah
1.       Ciri-ciri positif yang harus dikembangkan;
a.       Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
b.      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c.       Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d.      Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
e.      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
f.        Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
g.       Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
h.      Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara.
2.       Ciri-ciri negative yang harus dihindari;
a.       Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
b.      Sistem etatisme dalam mana negara beserta apartur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor Negara.
c.       Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

TOKOH-TOKOH EKONOMI INDONESIA
1.       Prof. DR. Soemitro Djojohadikusomo, dikenal dengan sebutan Bengawan Ekonomi Indonesia, pernah menjabat sebagai menteri pada masa kabinet Nasir dan penggagas Gerakan Benteng.
2.       Prof. DR. Widjojo Nitisastro, dikenal sebagai arsitek ekonomi orde baru yang lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi dan mengharapkan terjadinya Trickle Down Effect.
3.       DR. Mohammad Hatta, salah seorang proklamator yang sangat peduli dengan ekonomi kerakyatan dan berjasa dalam pengembangan koperasi di Indonesia sehingga dijuluki Bapak Koperasi.

4.       Aria Wiriaatmadja adalah pendiri koperasi pertama di Indonesia.

Sistem Ekonomi

Definisi Sistem Ekonomi
Suatu Sistem Ekonomi adalah sebuah metoda yang spesifik untuk menjawab masalah pokok ekonomi. Suatu sistem sistem ekonomi meliputi seluruh produsen, konsumen, hokum dan tradisi pada seluruh bentuk dan tingkatan.
Ada tiga bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia, yaitu;
a.       Sistem Ekonomi Tradisional
b.      Sistem Ekonomi Komando
c.       Sistem Ekonomi Pasar

1.       Sistem Ekonomi Tradisional
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa  dalam sistem ekonomi tradisional, pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang harus di produksi, bagaimana produksi dilakukan, dan bagaimana distribusi hasil produksi dilakukan, dijawab oleh tradisi.

2.       Sistem Ekonomi Komando
Pada sistem ekonomi komando, keputusan tentang apa yang di produksi, bagaimana cara memproduksi, dan siapa yang menikmati hasil produksi, ditentukan oleh kekuasaan pusat (pemerintah/negara). Dengan kata lain, terdapat proses pengambilan keputusan dan perencanaan ekonomi yang terpusat sehingga sistem ini disebut pula centrally planned economy.

3.       Sistem Ekonomi Pasar
Pada sistem ekonomi pasar, keputusan yang menyangkut alokasi sumber daya dilakukan bukan berdasarkan arahan yang terpusat, melainkan merupakan hasil dari sejumlah keputusan-keputusan independen yang dibuat oleh produsen dan konsumen secara individu. Sistem ekonomi pasar sering juga disebut sebagai price systems, karena perangkat utama yang berperan mengkoordinasikan proses pengambilan keputusan-keputusan ekonomi di dalam sistem ini adalah harga.

4.       Sistem Ekonomi Campuran

Dalam praktek, semua perekonomian yang ada menganut sistem ekonomi campuran, yang merupakan kombinasi dari ketiga sistem yang telah dijelaskan di atas; tradisional, komando, dan pasar. Di dalam setiap perekonomian, sejauh mana kadar penerapan dari masing-masing sistem ekonomi generic tersebut bervariasi Antara satu sektor dengan sektor lainnya. Misalnya, di negara yang cenderung menerapkan ekonomi pasar sekalipun, campur tangan negara dalam sejumlah industri strategis tetap sangat besar.

Kamis, 12 Desember 2013

Konsep Time Value of Money

PENGERTIAN TIME VALUE OF MONEY 
Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan  jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting. Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang ( time value of money ) telah mendapat tempat yang demekian penting. Berikut adalah beberapa contoh terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uang :
1.      Tabungan
2.      Pinjaman bank
3.      Asuransi penilaian proyek
Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih.
Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu (discountfactor). Suatu jumlah uang tertentu saat ini di nilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus di gandakan dengan tingkat bunga tertentu (Compound factor).

MANFAAT TIME VALUE OF MONEY
Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya. Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang

KETERBATASAN TIME VALUE OF MONEY
Keterbatasannya yaitu akan mengakibatkan masyarakat hanya menyimpan uangnya apbila tingkat bunga bank tinggi, karena mereka menganggap jika bunga bank tinggi maka uang yang akan mereka terima dimasa yang akan datang juga tinggi. Time value of money tidak memperhitungkan tingkat inflasi.

METODE-METODE YANG DIGUNAKAN TIME VALUE OF MONEY ADALAH:
1.                  FUTURE VALUE  (Nilai yang akan datang)
Future Value digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu. Untuk menghitung FV bisa menggunakan fungsi fv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi fv(), yaitu :
1.                  Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
2.                  Nper, jumlah angsuran yang dilakukan
3.                  Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.
4.                  Pv, nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datangnya.
5.                  Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Contoh:
Apabila kita mempunyai uang sebanyak Rp. 10.000.000 dan disimpan di bank dengan bunga 18 % setahun, maka pada akhir tahun uang kita akan menjadi :
FV1 =  Rp.10.000.000 (1+0,18)1
        =  Rp.11.800.000
FVadalah nilai yang akan datang satu tahun lagi. Apabila uang tersebut diambil pada dua tahun lagi, maka uang tersebut menjadi :
FV2   =  Rp.10.000.000 (1+0,18)2
          =  Rp.13.924.000


Dimana :
Po = Nilai uang pada saat ini
r   = bunga
n  = tahun
Bila kita menyimpan uang di bank kadang-kadang pembayaran bunga tidak dibayarkan sekali dalam setahun, kadang-kadang dua kali dalam setahun, 4 kali setahun, atau bahkan bunga dibayarkan setiap bulan (12 kali setahun). Bila pembayaran  bunga setahun dibayarkan sebanyak kali, maka nilai yang akan datang bisa  kita rumuskan sebagai berikut:
Contoh:
Misalkan uang Rp.10.000.000 diatas kita simpan selama setahun dengan pembayaran bunga 4 kali setahun, maka nilai uang tersebut pada akhir tahun adalah :
FV1    =  Rp.10.000.000 (1+0,18/4)4x1
           =  Rp.11.925.186

2.                  PRESENT VALUE (Nilai Sekarang)
Present Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang. Untuk menghitung PV bisa menggunakan fungsi pv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi pv(), yaitu :
1.                  Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
2.                  Nper, jumlah angsuran yang dilakukan.
3.                  Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.
4.                  Fv, nilai akan datang yang akan dihitung nilai sekarangnya.
5.                  Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Contoh:
Jika kita akan menerima sejumlah uang Rp.1.200.000 satu tahun yang akan datang, dengan bunga 20% pertahun, maka nilai sekarang (Po) penerimaan tersebut adalah :
PV1    =  Rp.1.200.000/(1+0,2)1
           =  Rp.1.000.000


Atau

PVn  atau P=C

          Contoh 2 :
          Apabila penerimaan suatu proyek investasi beberapa tahun, seperti terlihat dibawah ini :
                                               0                   1                      2                  3                   4     
                              100 juta           200 juta           300 juta                     400 juta
Bila bunga sebesar 15 %, maka dapat dihitung besarnya nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan tersebut adalah :
P=100/(1+0.15)+ 200/(1+0.15)2+300/(1+0.15)+400/(1+0.15)4
    = 664,14 juta.

3.                  ANNUITY (Nilai masa datang dan masa sekarang)
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
 Ada dua jenis anuitas:
1.                  Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode.
2.                  Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.

a.                  Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)
Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

b.                  Anuitas Abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Obligasi terusan adalah sebuah obligasi terbitan pemerintah inggris untuk mengkonsolidasikan utang-utang masa lalu, dengan kata lain consol adalah obligasi terusan.

c.                   Pinjaman yang Diamortisasi.
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara – dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).
Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu.
FV =  Ko

Keterangan :
FV       = Future Value / Nilai Mendatang
Ko       = Arus Kas Awal
r           = Rate / Tingkat Bunga
n          = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).

Contoh:
Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita akan mendapat:
FV = 1.000.000
FV = 1.100.000 rupiah
1.                  Nilai Majemuk Anuitas adalah nilai anuitas yang akan diterima di waktu yang akan datang untuk periode tertentu.
Rumus:
Sn  =  a [ ( 1 + i )n-1 + … + ( 1 + i )1 + ( 1 + i )0 ]
Keterangan :
a          = Jumlah modal (uang) pada awal periode
Sn        = Jumlah yang diterima pada akhir periode
2.                  Nilai Tunai Anuitas adalah nilai saat ini dari anuitas yang akan diterima di waktu yang akan datang selama periode tertentu.
3.                  Amortisasi Pinjaman adalah Pembayaran tahunan untuk mengakumulasikan sejumlah dana (uang) di waktu yang akan datang.

d.                  NILAI MAJEMUK (Dibayar  lebih dari 1 kali dalam setahun)
Nilai majemuk  dengan Bunga dibayarkan lebih dari 1 kali dalam setahun.
Rumus :
Vn = P0 
Keterangan :
P0       = pokok/jumlah uang yg dipinjam / dipinjamkan pada periode waktu
m         = Berapa kali bunga dibayar dalam satu tahun
I           = Bunga
i           = interest / suku bunga
n          = Jangka waktu       

e.                   NILAI MAJEMUK (Dibayar 1 kali dalam setahun)
Rumus :
Vn = P0 (I + i )n
Keterangan :
Vn= Future value tahun ke-n
Po= Pinjaman atau tabungan pokok
 i = Tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
 n= Jangka waktu
 Bunga adalah sejumlah uang yang dibayarkan sebagai kompensasi terhadap apa yang diperoleh dengan menggunakan uang tersebut.

ISTILAH YANG DIGUNAKAN :
Pv       = Present Value (Nilai Sekarang)                 SI    = Simple interest dalam rupiah
Fv        = Future Value (Nilai yang akan datang)    An   = Anuity
I           = Bunga (i = interest / suku bunga)              n      = tahun ke-
P0       = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

Sumber:
dessi_ris.staff.gunadarma.ac.id
sap.gunadarma.ac.id